Kelompok Wanita Tani yang sering disebut KWT merupakan kelompok tani khusus bagi wanita dalam hal ini dimaksudkan bahwa para wanita atau ibu - ibu berkumpul membuat suatu kelompok dalan mengoptimalkan atau memanfaatkan pekarangan. Kegiatan kelompok ini bertujuan membantu bapak - bapak petani dalm mensejahterakan ekonomi petani. Ibu- ibu / wanita tani bekerja dengan menanam sayuran di lokasi pekarangan yang nantinya hasilnya dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga petani dan dimungkinkan kalu berlebih dapt dijual. Dari Hasil pekarang itu sayuran yang biasanya beli tetapi tidak membeli karena produksi / panen sendiri sehingga uangnya dapat disimpan untuk kebutuhan lain, Salah satu kelompok Wanita tersebuat adalah Kelompok Wanita Tani AKUR yang beralamtkan di Kemesu Banjararum Kalibawang Kulon Progo. KWT ini selain budidaya sayuran dipekarangan / dengan polyback juga sudah berusa menjual bibit/ benih sayuran bagi para petani yang menginginkan menanam sayuran. Kelompok Wanita tani ini juga sudah berusaha mengembangkan usaha dengan memelihara ternak itik/ bebek yang hasilnya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan protein hewani bagi keluarga, disamping juga dijual untuk menambah penghasilan.
Balai Penyuluhan Pertanian Kalibawang Kulon Progo DIY Jl.Sentolo-Muntilan Km 20, Ngrajun, Banjarharjo, Kalibawang
Senin, 10 Januari 2022
Senin, 08 Juni 2020
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS
I. BOKASHI :
1. Bahan :
Ø Pupuk Kandang yang sudah masak :
250 Kg
Ø Sekam Padi (Arang Sekam)/Serbuk
Gergaji : 50 Kg
Ø Dedak / Katul : 10 Kg
Ø EM 4 : 20 cc
Ø Tetes tebu : 20 cc
Ø Air : 10
Liter
Ø Karung Bagor / Plastik : secukupnya
2. Cara Pembuatannya :
Ø Pupuk Kandang, Sekam Padi dan
Dedak/Katul dicampur jadi satu diaduk
hingga rata. ( Campuran I )
Ø Air, EM 4 dan Tetes tebu
dicampur dan diaduk hingga rata ( Campuran II )
Ø Campuran I disiram dengan
Campuran II sedikit demi sedikit hingga rata
Betul
( apabila campuran II masih dirasa kurang bisa ditambah )
Ø Hasil campuran I dan II tidak
boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu
kering
( apabila diremas pupuk bisa kempel dan air tidak menetes )
Ø Setelah campuran selesai
hasilnya disimpan ditempat yang kering dan
ditutup
dengan Karung Bagor / Plastik
Ø Ditunggu 7 – 15 hari ( setiap 6
jam perlu dikontrol apabila bagian dalam
terasa
panas,kompos tersebut perlu diaduk dan dibuka sementara + 1 jam
II. KOMPOS STARDEX :
1. Bahan :
v Pupuk Kandang yang sudah masak : 250 Kg.
v Sekam Padi / Serbuk Gergaji : 50 Kg.
v Kapur Tohor : 10 Kg.
v SP36 : 1
Kg.
v Urea : ½
Kg.
v Stardex : ½ Kg.
2. Cara Pembuatannya :
v Pupuk Kandang, sekam padi,
kapur tohor, SP36 dan Urea dicampur hingga
rata
betul.
v Hasil campuran tersebut
kemudian ditaburi dengan STARDEX hingga rata
dan
diaduk hingga rata
v Setelah selesai dimasukkan
dalam karung Bagor atau tempat lain
v Setelah 7 – 15 hari kompos
tersebut sudah dapat digunakan
| ( Ery Setyowati ) |
Senin, 16 September 2013
PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL DAN EVALUASI PENYULUH PERTANIAN
BP3K
Kalibawang bekerjasama dengan UPPM STPP Jurluhtan Yogyakarta pada tanggal 22
Agustus mengadakan pelatihan Evaluasi Penyuluhan Pertanian, tanggal 23 Agustus pengolahan
pangan berbahan baku lokal (tepung mocaf) dan tanggal 27 Agustus olahan ikan
lele bertempat di kantor BP3K Kecamatan Kalibawang dengan sasaran
kelompok wanita/kelompok usaha di bidang olahan pangan.
Pelatihan ini
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam
mengembangkan produk pangan olahan dengan memanfaatkan bahan baku lokal
utamanya tepung mocaf dan olahan ikan lele.
Kegiatan ini
dimaksudkan untuk mendukung program diversifikasi pangan sebagai salah satu
kunci sukses keberhasilan pembangunan pertanian. Mengingat di Kecamatan
Kalibawang olahan ubi kayu utamanya hanya untuk slondok maka perlu dibuat diversifikasi
olahan ubi kayu, demikian juga untuk olahan ikan lele. Salah satu alternatif
guna peningkatan nilai tambah ubi kayu, dengan mengolah ubi kayu menjadi tepung
mocaf. Tepung mocaf saat ini belum begitu memasyarakat, karena sebagian besar
masyarakat belum tahu proses pembuatannya.
Melalui
pelatihan ini, kelompok juga diajarkan cara pembuatan tepung mocaf, sehingga
kelompok nantinya mampu menyediakan bahan baku sendiri untuk pembuatan aneka
pangan olahannya.
Beberapa aneka
pangan olahan yang diajarkan ke kelompok antara lain mie tepung mocaf, bolu kukus mocaf dan kue pukis. Sedangkan
untuk olahan ikan lele berupa krupuk rambak lele, empek-empek ikan lele, siomay
ikan lele dan nugget ikan lele.
Jumat, 22 Maret 2013
PENGEMBANGAN DURIAN DI KECAMATAN KALIBAWANG KULON PROGO
a)Pengembangan Durian di wilayah Dusun
Tonogoro, Desa Banjaroya seluas 20 Ha yang berasal dari Dana APBD I dan dari Dana
Bantuan CSR Pertamina. Pendampingan Kegiatan dilakukan oleh “ Obor Tani “
selama minimal 3,5 Tahun.
b)Pengembangan Durian di Kawasan
sekitar wilayah Dusun Tonogoro seluas 71 Ha terdiri dari tujuh Kelompok, Dana
Berasal dari Dana APBN.
c)Pengembangan Durian seluas 7 Ha,
terdiri dari 2 Kelompok yaitu ; Kelompok Serbaguna Dusun Semawung 3 Ha dan
Kelompok Sedyo Makmur Dusun Kempong.
d)Kegiatan Sekolah Lapang ( SL ) GAP
Durian di laksanakan menjadi 2 Kelompok SL masing - masing kelompok 30 Orang,
Kegiatan ini berasal dari Dana APBN
Kegiatan
Pengembangan Durian ini berupa bantuan
bibit Durian Menoreh Kuning dan Pupuk Organik. Kegiatan sosialisasi ini akan
ditindak lanjuti pada tingkat kelompok yang akan dilaksanakan selesai 15 April
2013.(BP3K Kalibawang).
KEGIATAN PEMBUKAAAN SEKOLAH LAPANG IKLIM ( SLI )
Kegiatan SLI ini bertujuan untuk
meningkatkan Sumber Daya Anggota Kelompok Tani dalam melaksanakan metigasi
masalah iklim yang dewasa ini banyak mengalami perubahan ( Global Warning ) yang dicirikan dengan Perubahan suhu yang tinggi
, curah hujan yang berubah, adanya pencairan es di kutub utara. Dengan lebih
mendalaminya perubahan iklim ini Petani diharapkan bisa mengantisipasi maslah iklim ini sehingga
bisa memperkirakan tentang jadwal tanam
yang tepat, serta komoditas yang akan ditanam, dan cara mempridiksi datang dan
berakhirnya musim penghujan.
Kegiatan kegiatan yang akan dilakukan
dalam sekolah lapang Iklim ini adalah peserta akan belajar bersama baik secara teori
maupun praktek tentang cara-cara memperkirakan datang dan berakhirnya musim
hujan, menghitung jumlah curah hujan, kelembapan dll. Adapun Fasilitator yang
akan memberikan materi pada SLI adalah Dari Dinas Pertanian dan Kehutanan
Kabupaten Kulon Progo, BP3K Kecamatan Kalibawang, BMKG, UPTD BPTP Dinas
Pertanian DIY, BPBD Kabupaten Kulon Progo, dan BPTP Karangsari Yogyakarta.
Senin, 11 Maret 2013
GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS
Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan produktivitas tanaman padi di Kelompok Tani Ngudi Makmur Dusun Sanggrahan Desa Banjarharjo Kecamatan Kalibawang, pada hari jumat 08 Maret 2013 telah dilakukan gerakan pengendalian hama tikus yang mulai menyerang tanaman padi petani. Kegiatan pengendalian hama tikus ini diikuti sejumlah 20 orang anggota kelompok, penyuluh pendamping dan petugas POPT Kecamatan kalibawang. Kegiatan pengendalian hama tikus yang dilakukan dengan cara pengemposan dan pemberian umpan beracun.
Setelah acara gerakan tersebut selesai, Penyuluh Pendamping dan Petugas POPT juga mengharapkan petani mau melakukan pembersihan semak-semak yang berada disekitar areal persawahan sehingga tidak dijadikan sarang hama tikus, selain itu juga diharapkan kegiatan pengendalian hama tikus tersebut dilakukan secara rutin dan bersama-sama sehingga tanaman padi yang sekarang sudah berumur 25 hari tersebut dapat selamat sampai panen. (Nu75)
Selasa, 05 Maret 2013
Sosialisasi RPL dari STPP ke KWT Mahkota
Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan
keniscayaan yang tidak terbantahkan. Hal ini menjadi prioritas
pembangunan pertanian nasional dari waktu ke waktu. Ke depan, setiap
rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki,
termasuk pekarangan, dalam menyediakan pangan bagi keluarga.
Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Kalibawang bekerja sama dengan pendamping dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta mengadakan kegiatan Sosialisasi Rumah Pangan Lestari bagi Kelompok Wanita Tani Mahkota, di Dusun Slanden, Desa Banjaroya, Kalibawang Kulon Progo Selasa (5/3). Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang anggota KWT.
"Program RPL ini
memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami sejumlah tanaman palawija
dan sayur-sayuran," kata Agus Wartapa, SP.,MP. pendamping dari STPP.
Prinsip dasar KRPL adalah: (i) pemanfaatan pekarangan yang ramah
lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, (ii)
diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, (iii) konservasi
sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), dan (iv) menjaga
kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju (v) peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)